Produktivitas telur bebek sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan. Pemilihan pakan bebek petelur yang tepat dapat meningkatkan jumlah telur, ukuran, warna kerabang, dan daya tahan bebek terhadap penyakit. Berdasarkan praktik lapangan dan rekomendasi nutrisi unggas, pakan ideal bagi bebek petelur harus mengandung protein 16–18%, energi metabolisme 2.600–2.900 Kkal/kg, serta kalsium 2,5–3% untuk mendukung pembentukan kerabang. Jika manajemen pemberian pakan tepat, peningkatan produksi telur dapat mencapai 10–25% dibanding pakan yang tidak seimbang.
Artikel ini akan membahas 6 jenis pakan bebek petelur yang terbukti meningkatkan produksi secara konsisten, lengkap dengan komposisi nutrisi, manfaat, dan cara pemberiannya. Cocok untuk peternak pemula maupun skala besar.
Konsentrat Produksi (Layer Feed)
Konsentrat adalah pakan siap pakai berbentuk pellet atau crumble yang diformulasikan khusus untuk unggas petelur. Kandungan nutrisinya sudah seimbang dan ideal untuk produktivitas telur maksimal.
Komposisi Nutrisi Umum
-
Protein 18–22%
-
Energi 2.700–2.900 Kkal/kg
-
Kalsium 3–4%
-
Asam amino esensial: lysine, methionine
-
Vitamin A, D, E, dan mineral organik
Manfaat
-
Meningkatkan produksi telur lebih cepat (umumnya 7–10 hari setelah penggunaan rutin)
-
Kerabang lebih kuat dan putih bersih
-
Mengurangi risiko prolaps dan penurunan produksi akibat kekurangan nutrisi
Rekomendasi Pemberian
-
120–150 gram/ekor/hari tergantung umur & bobot
-
Campur dengan dedak maksimal 20% untuk efisiensi biaya
Menurut praktik peternak layer Jawa Tengah, penggunaan konsentrat meningkatkan produksi telur harian dari 65% menjadi 82% dalam 3 minggu pada populasi 600 ekor.
Tak Banyak yang Tahu, 5 Pakan Ini Bisa Melonjakkan Pertumbuhan Ternak!
Dedak Halus (Bekatul)
Dedak merupakan bahan pakan populer karena mudah didapat dan murah. Meski tidak lengkap nutrisi, dedak sangat baik sebagai campuran pakan utama.
Komposisi Nutrisi
-
Protein 12–14%
-
Energi 1.200–1.500 Kkal/kg
-
Serat kasar 10–12%
Manfaat
-
Membantu efisiensi pakan dan menekan biaya hingga 25%
-
Sumber serat untuk pencernaan
-
Memperbaiki tekstur ransum agar mudah dicerna
Cara Penggunaan
-
Maksimal 20–30% dalam campuran pakan
-
Jangan diberikan tunggal karena rendah kalsium dan energi
Hasil observasi peternak di Lampung menunjukkan penggunaan dedak 25% dalam ransum menurunkan biaya pakan Rp 450–550/kg tanpa mengganggu performa produksi.
Tak Cuma Mengenyangkan, Ini Rahasia Pakan yang Bikin Warna Ikan Memikat!
Jagung Giling
Jagung adalah sumber energi utama dalam ransum unggas dan membantu pertumbuhan serta stamina bebek petelur.
Komposisi Nutrisi
-
Energi 3.150 Kkal/kg
-
Protein 8–9%
-
Kaya karotenoid untuk warna kuning kuning telur lebih cerah
Manfaat
-
Menghasilkan kuning telur lebih menarik dan cerah
-
Menambah energi untuk metabolisme produksi telur
-
Mengurangi stres pada masa puncak bertelur
Cara Pemberian
-
Campurkan 30–40% dari total ransum
-
Pilih jagung kering minimal 14% kadar air agar tidak berjamur
Penelitian IPB menunjukkan jagung meningkatkan intensitas warna yolk hingga 25% dibanding pakan tanpa jagung.
Tepung Ikan
Tepung ikan merupakan sumber protein hewani terbaik untuk meningkatkan produksi telur dan stamina.
Komposisi Nutrisi
-
Protein 55–65%
-
Asam amino lengkap (lysine sangat tinggi)
-
Omega-3 untuk kualitas telur sehat
Manfaat
-
Mempercepat pemulihan bebek setelah periode molting
-
Meningkatkan produktivitas hingga 10–15% pada fase puncak
-
Memperbaiki ukuran dan berat telur
Cara Penggunaan
-
Tambahkan 5–10% dalam campuran pakan
-
Jika aroma terlalu kuat, campur dengan dedak dan jagung
Tepung Keong & Ikan Rucah
Alternatif murah bagi peternak wilayah pesisir atau rawa.
Komposisi Nutrisi
-
Protein 45–52%
-
Kalsium alami untuk kerabang
Manfaat
-
Menekan biaya pakan hingga 30% dibanding tepung ikan komersial
-
Mendukung pembentukan kerabang tebal dan kokoh
-
Sumber energi tinggi untuk fase bertelur intens
Cara Pengolahan
-
Rebus, cincang, keringkan, lalu giling menjadi tepung
-
Gunakan 5–8% dari total ransum
Hijauan Fermentasi (Azolla, Kangkung, dan Daun Pepaya)
Hijauan penting sebagai pakan pendamping untuk kesehatan pencernaan dan peningkatan kualitas telur.
Komposisi Nutrisi
-
Protein 20–30% (pada Azolla fermentasi)
-
Kaya antioksidan dan mineral organik
Manfaat
-
Mengurangi stres panas dan menjaga nafsu makan
-
Membantu warna kuning telur lebih pekat dan alami
-
Mengurangi biaya pakan 10–15%
Cara Penggunaan
-
Berikan 10–15% dari total ransum
-
Pemberian 1 kali sehari sore hari
Tips Memilih dan Meracik Pakan Bebek Petelur
-
Perhatikan kebutuhan nutrisi: protein 16–18% dan kalsium 2,5–3%
-
Gunakan kombinasi konsentrat + dedak + jagung untuk keseimbangan
-
Berikan pakan minimal 2 kali sehari dan air bersih 24 jam
-
Hindari penumpukan pakan lembap karena memicu jamur dan mikotoksin
FAQ
1. Berapa kali pemberian pakan bebek petelur dalam sehari?
Umumnya diberikan 2–3 kali sehari: pagi dan sore, ditambah pakan hijauan siang hari. Pembagian waktu makan membantu bebek menyerap nutrisi lebih stabil dan mempertahankan produksi telur.
2. Apa tanda bahwa bebek kekurangan nutrisi pakan?
Produksi telur turun drastis, kerabang tipis atau lembek, nafsu makan menurun, bulu kusam, dan bobot tubuh menurun. Jika dibiarkan, produksi bisa turun hingga 40%.
3. Apakah pakan alternatif murah aman digunakan?
Aman selama bersih, bebas jamur, dan tidak diberikan dalam komposisi berlebihan. Untuk pakan fermentasi, pastikan proses benar dan tidak menimbulkan bau busuk.
Tertarik melihat bagaimana produk kami bisa membantu bisnis Anda? Lihat detail produk kami di e-Katalog Inaproc Kairos Pratama Karya.
Kesimpulan
Pemilihan pakan bebek petelur yang tepat berperan besar terhadap produktivitas telur dan efisiensi biaya produksi. Kombinasi konsentrat, dedak, jagung giling, tepung ikan, tepung keong, dan hijauan fermentasi terbukti memberikan hasil terbaik dengan peningkatan produksi hingga 20–25% bila diberikan sesuai kebutuhan nutrisi. Lakukan uji coba bertahap untuk menentukan formulasi paling efektif sesuai kondisi kandang dan lingkungan.
